Asian Games 2018 Momentum Branding Potensi Lokal Indonesia - Radarlambar.com | Radar Lambar - Radar Pesbar
>blank
 Asian Games 2018 Momentum Branding Potensi Lokal Indonesia

Asian Games 2018 Momentum Branding Potensi Lokal Indonesia

Share This
Oleh : Desta Elpina

(Mahasiswa Magister Sains Agribisnis Fakultas dan Ekonomi Manajemen IPB)


KURANG dari dua bulan lagi pesta olahraga terbesar di Asia atau lebih dikenal Asian Games akan diselenggarakan, tepatnya pada 18 Agustus hingga 2 september 2018 mendatang. Asian Games  merupakan ajang olahraga yang diadakan empat tahun sekali dan diikuti oleh negara-negara di Asia yang terdaftar dalam Dewan Olimpiade Asia. 

Kabar baiknya Indonesia merupakan negara yang menjadi tuan rumah Asian Games pada tahun 2018, setelah empat tahun sebelumnya diadakan di Incheon, Korea Selatan. Hal menarik lainnya yaitu Asian Games 2018 akan diadakan di dua kota sekaligus  yaitu Jakarta dan Palembang, serta beberapa daerah pendukung lainnya seperti Lampung, Jawa Barat dan Banten. 

Untuk mempersiapkan agar menjadi tuan rumah yang baik, pemerintah Indonesia merencanakan berbagai hal guna mendukung terselenggaranya pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.Hal ini tentunya akan berdampak bagi beberapa sektor di Indonesia terutama daerah yang menjadi lokasi Asian Games, seperti mendorong pembangunan daerah terutama pembangunan infrastruktur fasilitas olahraga dan infrastruktur pendukung. Manfaat ini tentunya tidak hanya saat acara berlangsung, namun diyakini akan berlanjut bahkan setelah terselenggaranya acara.

Berkaca dari pengalaman beberapa negara yang mampu menjadikan ekonominya tumbuh secara berkelanjutan pasca menyelenggarakan ajang olahraga internasional, seperti Australia yang mampu mendorong ekonomi negara bagian New South Wales naik sekitar 490 juta dolar AS per tahun pasca menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas pada tahun 2000, selain itu terdapat juga negara Inggris pada tahun 2012 pasca penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas PDB negara Inggris bisa berkontribusi hingga 16,5 miliar dolar AS selama 12 tahun. 

Namun perlu ada yang digaris bawahi yaitu manfaat pasca ajang olahraga internasional juga bisa menjadi tidak maksimal bagi perekonomian jika tidak adanya persiapan atau perencanaan, terutama dalam pemanfaatan berbagai venue dan fasilitas olahraga yang telah dibangun tersebut. 

Diperkirakan Asian Games 2018  akan melibatkan sekitar 15000 atlet yang berasal dari 45 negara Asia. Tentunya hal ini bukan sekedar ajang olahraga semata, namun momentum besar untuk melakukan branding potensi lokal Indonesia ke mata dunia. Ini akan membuka peluang bagi Indonesia terutama daerah yang menjadi lokasi Asian Games untuk mengenalkan potensi lokal daerah masing-masing ke dunia internasioal sehingga kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. 

Setiap daerah di Indonesia memiliki potensi lokal masing-masing untuk dapat dipromosikan dan dikenalkan pada saat Asian Games 2018 berlangsung, terutama daerah yang menjadi lokasi utama acara tersebut seperti Jakarta, Palembang dan daerah pendukung yaitu Lampung, Banten dan Jawa Barat yang memang dikenal memiliki daya tarik tersendiri. 

Berbicara tentang potensi lokal, Palembang merupakan daerah yang memiliki banyak hal yang dapat membuat wisatawan melirikwisata alamnya seperti Sungai Musi, Air Terjun Batu Ampar, Batuan Alam, Goa Napalicin serta berbagai potensi wisata lokal yang siap menyambut wisatawan Asian Games.

Palembang juga tidak hanya kaya akan potensi lokal wisata namun juga kebudayaan, terlebih pemerintah di Palembang sendiri sudah menyiapkan beberapa fasilitas pendukung agar dapat menyambut kedatangan wisatawan domestik dan mancanegara saat Asian Games 2018.

Promosi wisata budaya, wisata kuliner, dan wisata sejarah merupakan pilihan yang cocok untuk ditonjolkan oleh daerah Palembang. Palembang juga bisa menonjolkan promosi berupa produk dan kerajinan khas bumi Sriwijaya tersebut seperti batik tenun yang memiliki beragam motif unik dan menarik lainnya. 

Tidak kalah dengan Palembang, Jakarta sebagai ibukota Indonesia sekaligus merupakan lokasi Asian Games pun harus mampu melakukan branding potensi lokalnya. 
Monumen Nasional (Monas) merupakan icon yang dapat dipromosikan kepada para turis, para wisatawan dapat berwisata edukasi menghayati potongan sejarah bangsa Indonesia. Selain itu pemerintah Jakarta juga mendorong para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk terlibat memproduksi souvenir atau cenderamata agar dapat dipasarkan pada peserta maupun wisatawan pada Asian Games. 

Wisata kuliner dan wisata budaya khas ibukota pun dapat menjadi promosi yang harus ditonjolkan kepada para wisatawan. 

Berada sebagai lokasi pendukung Asian Games, tidak membuat Lampung, Banten, dan Jawa Barat kalah bersaing dengan Jakarta dan Palembang sebagai lokasi utama Asian Games. Dikenal memiliki komoditas perkebunan yang sudah mendunia dan banyak diminati banyak masyarakat, Lampung sebagai salah satu penghasil kopi terbesar di Indonesia dapat menonjolkan promosi kopi Lampung tersebut kepada peserta dan wisatawan saat Asian Games

Taman Nasional Way Kambas juga dapat menjadi momentum daerah Lampung untuk mempromosikannya kepada wisatawan sebab terdapat habitat seperti Badak Sumatera, Gajah Sumatera, Siamang dan sebagainya. 

Tidak dapat dipungkiri bahwa Asian Games momentum yang tepat sebagai sarana promosi pariwisata, kearifan lokal, sejarah, seni, budaya, kuliner dan ekonomi kreatif yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Artinya hal tersebut juga perlu adanya kerjasama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah serta seluruh lapisan masyarakat agar dapat membangkitkan dan membangun efek positif Indonesia di mata internasional. 

Dengan harapan wisatawan akan tertarik berkunjung kembali ke Indonesia untuk berwisata setelah Asian Games selesai digelar. Sehingga manfaat dari Asian Games akan terus berlanjut pascapenyelenggaraan dan secara tidak langsung akan berkontribusi bagi pendapatan negara. (*)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad